Uncategorized

Penjelasan Mendikbud Soal Besaran Dana BOS Reguler Tiap Daerah Berbeda di 2021

Jayaedu.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan, mulai tahun 2021 besaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler antar daerah berbeda.

Besaran Dana BOS setiap daerah nantinya akan menyesuaikan dengan sejumlah faktor penentu, sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Demikian dikutip Literasinews dari laman resmi Kemendikbud.

“Penyesuaian besaran Dana BOS Reguler dilakukan demi mendukung percepatan pendidikan di sekolah-sekolah yang berada di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T),” terang Mendikbud.

Lebih lanjut, Mendikbud mengungkapkan bahwa Dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa dikalikan satuan biaya yang ditetapkan Kemendikbud. Namun ada pengecualian bagi sekolah di daerah 3T.

“Bagi sekolah di daerah 3T, meskipun siswanya kurang dari 60 orang, jumlah siswa tetap dihitung 60 orang,” tutur Mendikbud.

Dengan menggunakan regulasi baru tersebut, lanjut Mendikbud, Kabupaten Sorong dipastikan bakal mendapatkan kenaikan Dana BOS Reguler lebih dari 30 persen.

Baca juga: UAMBN 2021 Ditiadakan, Ini Penjelasan Kemenag

“Dana BOS Reguler di daerah 3T akan lebih besar dari daerah lain. Paling tinggi, ada yang mendapat tiga kali dari yang didapatkan pada tahun 2020. Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerataan pendidikan,” ungkap Mendikbud.

Mendikbud mencontohkan, dengan kebijakan baru tersebut Kabupaten Intan Jaya di Provinsi Papua misalnya, akan menerima kenaikan tiga kali dari yang didapatkan pada tahun lalu.

Mendikbud melanjutkan, kebijakan penyesuaian besaran Dana BOS ini merupakan lanjutan transformasi pembiayaan pendidikan yang dilakukan oleh Kemendikbud dan menjadi prioritas kerja pada 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button