Ini Rencana PUPR untuk Pembangunan Sarana Pendidikan

PUPR mendapatkan tugas melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 10 ribu sekolah dan madrasah .

jayaesu.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyusun program pembangunan infrastruktur 2021 untuk Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, penyusunan program tersebut melalui konsultasi regional (Konreg) PUPR 2020 yang di dalamnya juga ada rencana pembangunan sarana pendidikan. 


“Konreg adalah programming dalam rangka menyusun kegiatan 2021. Setiap tahun ada tiga hal yang harus kita kerjakan, mengevaluasi pekerjaan sebelumnya, melaksanakan program tahun berjalan, dan menyusun program tahun depan,” kata Basuki dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (3/3). 


Basuki menegaskan, fokus program Kementerian PUPR merupakan pembangunan infrastruktur sumber daya air, konektivitas, perumahan, dan permukiman. Selain itu, juga ditambah dengan pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, olahraga dan pasar yang mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.


Dikatakan Basuki, selama ini kepala sekolah kerap menjadi pimpinan proyek, sehingga waktunya terpakai untuk konstruksi dan kualitasnya belum sesuai dengan yang diharapkan. “Kita harus maklum karena kepala sekolah kompetensinya bukan di bidang konstruksi, programnya juga hanya kelas per kelas,” ujarnya. 


Jika diserahkan ke Kementerian PUPR, kata dia, programnya bisa menyeluruh dan akan ada fasilitas lapangan olahraga seperti futsal, basket, dan voli. Selain itu, toilet juga standar bintang empat dengan air bersih serta kran air di depan kelas sehingga anak-anak bisa lebih bersih dan sehat ke depannya.  


Terlebih, Kementerian PUPR mendapatkan tugas melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 10 ribu sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia pada 2019-2024. Pada 2019, rehabilitasi sekolah yang telah ditangani sebanyak 1.679 sekolah dan 179 madrasah yang tersebar di seluruh Indonesia utamanya di daerah  tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Baca juga :   Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button